header image
 

The Unforgotten Saturday Night with 80’s Rock!

It’s refreshing time!

Jangan dikira kerja di musik itu tidak ada masa-masa jenuhnya. Seperti halnya kerja kantoran, berkarir di musik juga ada mumetnya. Bertahun-tahun berkutat di musik Batak, Sunda, Jawa, Melayu, dan musik Indonesia lainnya, kepalaku mau pecah juga. Makanya hari sabtu kemarin aku insist ingin perform di TobaDream Cafe menampilkan musik yang jauh berbeda dari biasanya, yaitu musik-musik yang mempengaruhiku dalam berkaya sekarang ini. 80’s Rock!

Mengapa 80’s Rock? Continue reading ‘The Unforgotten Saturday Night with 80’s Rock!’

Batak Kuat, Indonesia Harmoni.

Apakah dengan bangga jadi orang Batak berarti chauvinisme?

Chauvinism (pronounced /ˈʃoʊvɨnɪzəm/) is extreme and unreasoning partisanship on behalf of a group to which one belongs, especially when the partisanship includes malice and hatred towards a rival group. (wikipedia)

Kalau kita mendengar musik, kita akan mendapatkan banyak instrumen yang berbeda di dalamnya. Karana perbedaan itulah maka tercipta harmoni. Bayangkan dalam sebuah musik hanya terdiri dari 10 buah cymbal, atau 10 buah bass dengan patern yang sama.  Tidak ada harmoni. Continue reading ‘Batak Kuat, Indonesia Harmoni.’

ToluOne - CD Single ala Viky Sianipar

Banyak orang menanyakan padaku apa rencana selanjutnya setelah trilogi TobaDream. Apakah akan ada TobaDream4?

Membuat album TobaDream bukanlah hal mudah. Baik dari segi musiknya maupun beban berat nama album tersebut. Misi dari album TobaDream mengacu kepada salah satu misi komunitas TobaDream yaitu “Save the Music”, menyelamatkan eksistensi musik dan lagu-lagu Batak supaya tetap berkumandang 30 tahun mendatang.

Dulu kupikir ini akan berkelanjutan sampai seri ke 10, 11, dan seterusnya. Ternyata kenyataannya berbeda. Album TobaDream ini semacam topangan awal dalam pelestarian budaya Batak dalam hal musik. Serupa dengan faham Dalihan Na Tolu di sistem kekerabatan Batak. Continue reading ‘ToluOne - CD Single ala Viky Sianipar’

Pictures Of My Last Journey

Berikut ini adalah foto-foto perjalananku ke Samosir awal April lalu. Sebenarnya banyak, tapi hanya tempat-tempat favoritku aja yang tampilkan. Klik gambarnya untuk lihat ukuran yang lebih besar.  Enjoy! Continue reading ‘Pictures Of My Last Journey’

Ternyata Batak Itu Keren!

Aku ingin share sedikit tentang pengalamanku dulu jadi orang yang anti Batak. Memalukan sih, tapi mungkin dapat bermanfaat untuk anak muda Batak kelahiran Jakarta yang lain. Continue reading ‘Ternyata Batak Itu Keren!’

My Childhood Imagination: The Beatles

Sebuah SMS dari Evi br. Tobing, pimpinan Mareda Enterprise, masuk ke Handphone-ku berisi demikian:

“Vik, ini lagu-lagu yang akan kau mainkan sabtu besok: You Like Me Too Much, Drive My Car, Eleanor Rigby, The Word, Penny Lane. Tks…”

Kubaca SMS itu sambil tersenyum. Lagu-lagu itu akan kumainkan Continue reading ‘My Childhood Imagination: The Beatles’

Samosir HANYA sebuah Pulau Biasa?

peta-sumut.jpg

Coba perhatikan betul-betul peta diatas ini. Apakah Samosir itu adalah sebuah pulau?

Ya, sejak tahun 1900an Samosir resmi sebagai pulau karena Belanda telah membuat terusan di Tano Ponggol yang memisahkan Samosir dengan daratan Sumatera. Mengapa Belanda melakukan itu?

Menurut buku-buku budaya Batak, Tano Ponggol di “potong” belanda dengan dua alasan. Yang pertama, untuk memperlancar transportasi air. Yang kedua, secara psikologis Belanda ingin memecah belahkan Bangso Batak. Anda percaya itu? Continue reading ‘Samosir HANYA sebuah Pulau Biasa?’

Gunung Suci Pusuk Buhit

pusuk-buhit-wide.jpg

Ada sebuah gunung keren di sisi barat Samosir. Namanya Pusuk Buhit. Bentuknya seperti piramida yang anggun menjulang tinggi ke awan. Jarang sekali kita dapat melihat puncak gunung dengan ketinggian 2.100 m DPL ini karena selalu terselubung awan. Namun sesekali dia menampakkan wajahnya yang menawan itu, seakan ingin melihat keindahan sekelilingnya, kemudian bersembunyi lagi.

Banyak cara kita dapat menikmati kehebatan Pusuk Buhit ini. Antara lain: Continue reading ‘Gunung Suci Pusuk Buhit’

Partungkoan, The Hidden Beauty of Samosir

par1.jpg

Kakiku kaku, kulit mukaku mati rasa, tanganku keriput bersembunyi dibalik sweeter basah kuyup, seluruh tubuhku pasrah dengan dinginnya udara Samosir malam itu Walau penuh Lumpur, sepeda motor sewaan yang kendarai Tongam Sirait tetap laju di aspal jalan lingkar Samosir jam 12 malam. Aku hanya bisa berlindung di punggung Tongam sambil melihat layar GPS di genggamanku. Tuktuk masih 8 km lagi. Itulah perjalanan pulang yang sangat melelahkan dari Desa Partungkoan dalam rangka pembuatan Water Suplly System. Continue reading ‘Partungkoan, The Hidden Beauty of Samosir’

Salut buat Lae Martogi Sitohang!

Sekarang jam 00:43. Aku baru turun panggung di TobaDream café, langsung blogging pakai hot-spot-nya Café di bar. Kebetulan walaupun rame banget penontonnya, tapi yang kukenal sedikit. Continue reading ‘Salut buat Lae Martogi Sitohang!’